Oriella langsung melihat waktu, waktu sudah menunjukkan pukul 12

Dia meminta maaf berkata: “Little Prince, kalau tidak kalian bertiga makan duluan. Aku telat sedikit akan bergegas menyusul kalian.”
Yaya merebut ponsel dan berkata, “Kita berempat sekarang adalah satu tim, tidak boleh kurang siapapun. Kamu sekarang cepatlah datang, setelat apapun kami akan menunggumu.”
“Baiklah, kalau begitu aku akan bergegas.” Oriella buru-buru duduk, berpikir untuk beres-beres, tidak boleh membiarkan mereka bertiga lama menunggu.
Tepat disaat Oriella berbalik turun dari tempat tidur, pandangan matanya secara tidak sengaja melihat catatan di meja samping tempat tidur.
Dia melihat, catatan menuliskan dua kalimat — Riella, ada sarapan di dalam kotak makan, di dalam lemari es ada stroberi yang sudah dicuci. Sudah bangun ingatlah untuk makan, tidak boleh sampai kelaparan. Setelah Abang Hansel selesai kerja, akan berusaha pulang lebih awal.
Di akhir catatan tertulis tiga karakter besar Abang Hansel.
“Abang Hansel si bodoh! Apakah kamu benar-benar masih menganggapku anak berumur empat tahun?” Sering kali, Oriella merasa Abang Hansel merawatnya sebagai seorang anak.
Dia ingat bahwa dia suka makan stroberi, jadi dia sering menyiapkannya stroberi segar dan membiarkannya makan sebagai cemilan.
Dia ingat bahwa dia takut gelap, jadi didalam kamar menyiapkan beberapa lampu kecil, untuk mencegah satu lampu rusak, jadi lampu-lampu lain pun menyala.
“Abang Hansel bodoh, kamu begitu baik padaku, bagaimana aku bisa tidak menyukaimu?” Oriella sambil memikirkan di dalam hati, sambil menyimpan catatan yang diberikan Abang Hansel untuknya, memasukkannya ke dalam tas yang dibawa bersamanya.
Setiap barang yang ditinggalkan Abang Hansel sangat berharga baginya.
Dia mengumpulkan barang-barang yang tampaknya tidak penting, dan ketika mereka tua nanti, hanya mengeluarkan bukti bahwa dia begitu mencintainya.
……
Oriella bergegas ke tempat mereka janjian, sudah satu jam lebih dari waktu yang ditentukan.
Yaya, Little Prince, Boncabai, bertiga satu per satu tidak bersemangat bersandar di atas meja, dan perutnya terus menjerit.
Little Prince menyentuh perutnya dan meratap, “Babi Imut, kamu kalau tidak datang lagi, aku akan mati kelaparan.”
Oriella berdiri didepan pintu, baru mendengar kalimat ini, tersenyum dan berkata: “Little Prince, kamu tenanglah, Aku masih tidak tega membuatmu mati kelaparan.”
Ketika mendengar suara Oriella, mereka bertiga pada saat yang sama duduk dan bersama-sama berkata: “Nyonya, kamu akhirnya sudah datang.”
“Maaf! membiarkan kalian menungguku begitu lama!” Oriella duduk di tempat duduk yang telah mereka persiapkan untuknya, dan dimulut berkata maaf, tetapi ekspresi sama sekali tidak merasa menyesal.
Lagipula, dia juga sudah menganggap Yaya mereka sebagai orang sendiri dan tidak malu-malu dengan mereka. Jika tidak dia pasti akan ber-akting, dan membuat siapapun tidak ada yang bisa memilah kesalahannya.
“Pelayan, tolong bantu kami menghidangkan makanan, semakin cepat semakin baik.” setelah Little Prince memberi tahu pelayan, berbalik dan dengan sedih memandang Oriella, “Nyonya besar, jika kamu membiarkanku lapar lima menit lagi, kurasa kamu tidak akan pernah melihatku lagi.”
Ketika dia bicara, tangan Little Prince ke atas bahu Oriella. Oriella dengan lincah menghindarinya, seperti bercanda juga serius berkata: “Pria baik itu menggunakan mulut tidak menggunakan tangannya.”
Biasanya dia bicara dan bercanda dengan mereka, semua orang tampaknya terbuka, tetapi ini tidak memiliki kontak fisik.
Oriella sejak masih kecil menerima pendidikan keluarga yang baik. Dia tahu bahwa hubungan antara teman-teman lawan jenis sebaik apapun, tetapi juga harus ada batasnya.
Yaya mengerti dia, memuji: “Gadis kecil, kakak yang kamu sukai itu bisa disukai olehmu, dia benar-benar beruntung.”
Oriella mengangkat gelas air dan meneguknya, denan senang berkata: “Sebenarnya aku merasa, bisa membuatnya menyukaiku, adalah keberuntunganku.
“Jika dia tidak menyukaimu, itu berarti matanya buta.” Little Prince juga ikut-ikutan nimbrung, lagi pula di dalam hatinya Oriella adalah sosok gadis impian, Orang yang disukainya tidak menyukainya, itu pasti matanya buta.
Boncabai mendengus: “Norak!”
“Norak?” Ketiganya menatap kearahnya pada saat yang sama, “Tuan Xiap, Anda tolong beri kami beberapa penjelasan, bagaimana yang disebut tidak norak?”
Boncabai sangat canggung: “Sayurnya sudah datang, aku mau makan, terlalu malas untuk mempedulikan kalia.”
“Baik, makanlah makanlah.”
begitu hidangan disajikan di atas meja, mereka yang lapar tidak malu-malu, mengangkat sumpit dan mulai makan.
Setelah sedikit mengisi perut, Yaya buka mulut berkata, “Babi Imut, kami dalam dua hari ini mempunyai sebuah acara berpetualang, apakah kamu tertarik ingin bergabung?”
Oriella menelan makanan di dalam mulutnya, barulah bertanya: “Kegiatan petualangan apa?”
Yaya menjelaskan: “Di arah barat laut Kota Atmajaya lebih dari 300 kilometer kearah utara, ada sebuah gunung bernama Gunung Kabut Cinta. Gunung ini dikelilingi oleh awan dan pemandangannya sangat indah. Tetapi karena itu bukan tempat wisata yang sudah dikembangkan, sangat sedikit wisatawan yang datang, hanya beberapa pejalanan kaki yang pergi menjelajahi jalan. ”
“Apakah pernah terjadi kecelakaan?” Tanya Oriella lagi.
Bukannya Oriella penakut, tapi dia tahu dia tidak sendirian, dia punya keluarga, dan ada Abang Hansel yang disukainya.
Jadi jika di dalam petualangan terjadi sesuatu padanya, yang khawatir orang tua dan Abang Hansel nya, jadi acara yang terlalu bahaya, dia tidak akan pergi.
Dia berkata: “Tidak segitunya. Sekarang era komunikasi yang sangat berkembang, dan sering ada anggota staf yang berpatroli di pegunungan. Beberapa tahun ini banyak pendaki gunung yang sudah pergi, dan semuanya kembali dengan selamat.”
Little Prince juga berkata: “Bilangnya sih petualangan, ini sebenarnya perjalanan mendaki. Beberapa tahun ini kualitas udara mengkhawatirkan. Semua orang kadang-kadang mencari waktu luang untuk jalan-jalan di pegunungan dan menghirup udara segar.”
Oriella langsung menyetujuinya: “Baiklah. Jika kalian pergi, hitung aku kedalam. Lagi pula beberapa hari ini aku juga tidak ada kerjaan.”
Sama seperti hari ini, malah masih ada Abang Hansel tidur disampingnyai, pagi-pagi ketika bangun di pagi hari sudah tidak melihat Abang Hansel, didalam hati jangan dibahas seberapa kecewa.
Dibanding begini, lebih baik di malam hari tidak melihat Abang Hansel, celah kekecewaan di dalam hatinya pun tidak akan begitu besar.
Dia berkata: “Dengar-dengar pemandangan Gunung Kabut Cinta seindah lukisan. Bawa kameramu dan siapkan dua pakaian bagus, mari kita kembali dengan mengambil beberapa foto yang bagus. Mungkin dimasa depan kita bisa membuka pameran fotografi kita sendiri. ”
Little Prince menambahkan: “Wanita cantik seperti Babi Imut mana perlu menyiapkan kamera, jadi modelku saja, Aku akan memfoto, jamin memotret foto yang paling indah di dunia.”
“Babi Imut kitai baru bisa dibilang cantik alami, cantk dari lahir, berdiri di sana cantiknya seperti sebuah lukisan, mana perlu kamu memotretnya dengan cantik.” orang yang berbicara adalah Boncabai, lagipula apapun yang dikatakan Little Prince dia harus membantahnya.
Mereka bertiga, mulai adu mulut, hanya Oriella yang tidak bersuara, karena dia memikirkan Abang Hansel nya.
Jika orang yang menemaninya bepergian adalah Abang Hansel, yang mengambil fotonya adalah Abang Hansel, dan orang yang memujinya cantik seperti sebuah lukisan adalah Abang Hansel … betapa baiknya itu!